Skip to main content

Posts

Melalui Pencobaan

Mari kita mulai dengan membantah sebuah mitos: Tidak ada tertulis dalam Alkitab di mana Tuhan menjanjikan kita kehidupan yang sempurna, bebas dari masalah. Sebaliknya, berkali-kali, para pengikut Kristus mendapati diri mereka dianiaya, diserang, atau menghadapi berbagai macam masalah. Dalam surat Yakobus kepada para jemaat abad pertama, Yakobus memberi tahu mereka tentang berbagai pencobaan yang akan mereka alami dalam kehidupan:  "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia." Yakobus 1:12 PBTB2 Jika kita melihat pencobaan itu dimaksudkan agar kita semakin serupa dengan Yesus, justru kita akan terberkati olehnya. Mungkin Anda dapat mengenang saat musim hidup yang sulit. Melihat mereka, Anda akan mampu menunjukkan bagaimana Tuhan memurnikan Anda saat keluar dari situasi tersebut. Tuhan sering kali bekerja di balik layar untuk mempe...

Gembala dan Kawanan Domba-Nya

Mazmur 23 adalah pernyataan yang kuat tentang keyakinan dan ketergantungan kepada Tuhan. Hari ini, kita akan melihat bagaimana beberapa kata awal mengungkapkan inti dari keyakinan bahwa dengan menerima Tuhan sebagai gembala kita, kita mengakui bahwa Dia adalah Penyedia segala kebutuhan kita. Dia adalah Sang Sumber penghiburan, penuntun, dan perlindungan.  Seperti seorang gembala yang memerhatikan kawanan dombanya, memenuhi kebutuhan mereka dan menuntun mereka ke padang rumput yang aman, Tuhan juga memerhatikan kita, anak-anak-Nya. Pemazmur menggambarkan selanjutnya bagaimana Tuhan sangat memerhatikan domba-domba-nya. Dia "membaringkan kita di padang yang berumput hijau", sebuah perumpamaan bahwa Tuhan menyediakan istirahat dan perlindungan. Dia membimbing kita ke "air yang tenang", melepaskan dahaga kita dan memberi kita damai. Dia "menyegarkan jiwa" kita, memulihkan kembali kekuatan dan kesehatan batin kita. Salah satu janji yang sangat menghi...

Tetap waspada

Apakah Anda pernah lengah di saat yang tidak tepat? Mungkin Anda merasa malas. Mungkin Anda terganggu. Mungkin Anda terlalu peduli dengan pendapat orang lain. Mungkin Anda lelah berdiri teguh. Petrus, salah satu murid Yesus yang terdekat, bisa mengerti. Dia meninggalkan segalanya untuk mengikuti Yesus. Dia mengasihi, yakin, dan percaya dalam Yesus. Tapi saat hubungannya dengan Yesus mengancam keamanan dan reputasi pribadinya, Petrus menyangkal Dia–tiga kali. Syukurlah, Yesus mengampuni dia, memulihkannya, dan bahkan menguatkan dia untuk berkotbah saat Pentakosta–di hari dimana 3.000 orang dibaptis dan gereja mula-mula dimulai. Petruslah yang menulis: "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama." 1 Petrus 5: 8-9 TB Jika Anda ingin menahan mus...

Masih Ada Lagi

Ada banyak hal yang bisa kita lihat; pepohonan, bintang, gunung, samudera, orang-orang, penguin, senyum sahabat terdekat kita, gajah, gedung pencakar langit, biji kopi, matahari terbenam, dan bunga tulip, dan masih banyak lagi. Tuhan menciptakan semua itu. Dia menciptakan alam semesta dan hukum-hukum yang mengaturnya. Tapi ada juga hal-hal yang tidak bisa kita lihat: dibalik hembusan angin, di balik kedalaman alam semesta, di balik dasar-dasar kasih. Melalui Kristus, segala hal diciptakan–di surga dan di bumi, semua yang kelihatan dan tak kelihatan (Kolose 1:16). Dan meskipun mata jasmani kita tidak dapat melihat angin atau sinar infra merah atau Roh Tuhan, kita masih bisa mengalami efeknya. Karena ada yang lebih dari apa yang terlihat. Masih banyak hal lain di luar kehidupan ini. Teman-teman Paulus, jemaat di Korintus, mengalami kesukaran yang besar. Mereka diburu dan dianiaya karena kepercayaan mereka tentang Yesus–bahwa Dia adalah Mesias yang telah lama dinantikan. Beber...

Melepaskan Beban yang Menekan Kita

Kita semua pernah melakukan hal-hal yang membebani kita dan membuat kita bertanya-tanya, "Mengapa saya selalu melakukan apa yang saya tahu salah?" Dalam Kitab Suci, dosa digunakan untuk menggambarkan tindakan yang meleset dari sasaran yang Tuhan tentukan: menjalani hidup yang berpusat pada mengasihi Tuhan dan sesama. Meskipun ada tindakan universal yang tidak menghormati Tuhan, pelanggaran kecil seperti ketidaktaatan juga menarik kita menjauh dari-Nya. Rasul Yakobus menuliskan, “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” (Yakobus 4:17). Dengan kata lain, jika Anda tahu apa yang Tuhan minta untuk Anda lakukan, tetapi Anda masih memutuskan untuk tidak menaati-Nya—maka Anda sedang meremehkan otoritas Tuhan dalam hidup Anda. Dosa memikat kita karena hal itu dapat memuaskan diri kita sendiri, tetapi hasilnya adalah perpisahan kekal dari Tuhan dan sesama. Untuk waktu yang lama, tidak ada cara bagi banyak orang untu...

Fokus Melakukan Kehendak Allah

Beberapa di antara Anda sedang memikul sebuah kuk -- beban yang berat -- dari harapan-harapan yang dibuat oleh orangtua Anda, atau suami Anda, atau istri Anda, atau anak-anak Anda. Sebagian dari Anda terbebani oleh kuk yang dikenakan kepada Anda oleh atasan Anda atau guru Anda. Namun banyak dari kita memikul beban kuk yang kita kenakan sendiri karena rasa bersalah yang tak terselesaikan dan harapan yang tidak realistis. Kita berusaha membuktikan bahwa kita berarti. Kita mengenakan kuk yang berat yang Allah tak pernah kehendaki untuk membuktikan bahwa kita penting padahal Allah berkata kita memang penting. Kuk dari Allah adalah ketika kita mengikuti rencana-Nya bagi hidup kita, dan ketika kita melakukannya, segalanya berjalan dengan jauh lebih baik. Ketika kita hidup menurut cara kita sendiri, kita menabrak tembok lagi dan lagi. Dalam arti tertentu, Allah berkata, "Jalankan rencana-Ku, rancangan-Ku untuk hidupmu." Seberapa beratkah kuk dari Allah? Yesus berkata, ...

Kebenaran Allah

Apa kebenaran itu? Berbagai generasi akan memiliki jawaban berbeda atas pertanyaan ini. Kepercayaan umum dalam budaya saat ini adalah bahwa kebenaran bisa berarti apa pun tergantung individunya. Ini adalah gagasan bahwa kebenaran itu relatif dan unik bagi setiap orang. Tetapi jika setiap orang menghidupi kebenarannya sendiri, maka tidak ada yang tahu kebenaran yang sesungguhnya. Dan jika kebenaran seseorang bertentangan dengan kebenaran orang lain, salah satunya pasti salah. Alkitab memberi tahu kita bahwa ada satu kebenaran objektif yang dapat kita jalani. Bukan kebenaran yang tergantung pada individu, tetapi yang didasarkan pada sesuatu yang jauh lebih besar dari diri kita sendiri. Kebenaran itu bersumber dari Allah. Tuhan adalah Sang Penguasa dan Pencipta alam semesta, dan Dialah sumber kebenaran dan segala hal yang indah. Firman Tuhan berisi kebenaran yang telah Ia sampaikan kepada kita supaya kita dapat hidup sesuai dengan kebenaran-Nya. Yesus berkata bahwa ajaran-Nya ...

Hilangkan Berbicara Negatif Dalam Hati

Jauh sebelum psikologi ada, Allah berkata bahwa pikiran Anda menentukan perasaan Anda dan perasaan Anda menentukan tindakan Anda. Jika Anda ingin mengubah hidup Anda, Anda harus mengendalikan cara Anda berpikir. Anda terus-menerus berbicara dalam hati -- sepanjang waktu. Pikiran Anda sedang berbicara kepada Anda! Anda sedang berbicara dalam hati sekarang ini. Penelitian menunjukkan bahwa banyak orang berbicara sebanyak 150 sampai 200 kata per menit, namun pikiran dapat mendengarkan sekitar 500-600 kata per menit. Itulah mengapa Anda dapat mendengarkan saya dan merencanakan makan malam hari ini pada saat yang bersamaan. Nyatanya, pembicaraan dalam hati kita - pembicaraan dengan diri kita sendiri - berada di kisaran 1.300 kata per menit. Bagaimana bisa? Karena pikiran kita melihat dalam bentuk gambar, dan Anda dapat melihat sebuah pemikiran dalam nano-detik! Masalahnya adalah banyak dari kita seperti Ayub, yang berkata, "Sekalipun aku benar, mulutku sendiri akan menyatak...