Skip to main content

Melalui Pencobaan

Mari kita mulai dengan membantah sebuah mitos: Tidak ada tertulis dalam Alkitab di mana Tuhan menjanjikan kita kehidupan yang sempurna, bebas dari masalah. Sebaliknya, berkali-kali, para pengikut Kristus mendapati diri mereka dianiaya, diserang, atau menghadapi berbagai macam masalah. Dalam surat Yakobus kepada para jemaat abad pertama, Yakobus memberi tahu mereka tentang berbagai pencobaan yang akan mereka alami dalam kehidupan:  "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia." Yakobus 1:12 PBTB2 Jika kita melihat pencobaan itu dimaksudkan agar kita semakin serupa dengan Yesus, justru kita akan terberkati olehnya. Mungkin Anda dapat mengenang saat musim hidup yang sulit. Melihat mereka, Anda akan mampu menunjukkan bagaimana Tuhan memurnikan Anda saat keluar dari situasi tersebut. Tuhan sering kali bekerja di balik layar untuk mempe...

Kebenaran Allah

Apa kebenaran itu? Berbagai generasi akan memiliki jawaban berbeda atas pertanyaan ini. Kepercayaan umum dalam budaya saat ini adalah bahwa kebenaran bisa berarti apa pun tergantung individunya. Ini adalah gagasan bahwa kebenaran itu relatif dan unik bagi setiap orang.

Tetapi jika setiap orang menghidupi kebenarannya sendiri, maka tidak ada yang tahu kebenaran yang sesungguhnya. Dan jika kebenaran seseorang bertentangan dengan kebenaran orang lain, salah satunya pasti salah.

Alkitab memberi tahu kita bahwa ada satu kebenaran objektif yang dapat kita jalani. Bukan kebenaran yang tergantung pada individu, tetapi yang didasarkan pada sesuatu yang jauh lebih besar dari diri kita sendiri. Kebenaran itu bersumber dari Allah.

Tuhan adalah Sang Penguasa dan Pencipta alam semesta, dan Dialah sumber kebenaran dan segala hal yang indah. Firman Tuhan berisi kebenaran yang telah Ia sampaikan kepada kita supaya kita dapat hidup sesuai dengan kebenaran-Nya.

Yesus berkata bahwa ajaran-Nya benar karena berasal dari Allah. Lalu Ia mengatakan bahwa siapa pun yang mengetahui kebenaran itu maka kebenaran Tuhan akan memerdekakan hidupnya.

Ketika kita mengetahui kebenaran, kita tidak lagi hidup menurut kebohongan. Kebenaran Tuhan menerangi hidup kita dan menunjukkan kepada kita realitas sejati. Inilah sebabnya Yesus mengatakan bahwa kebenaran akan memerdekakan kita. Kita menjadi benar-benar bebas untuk hidup sesuai dengan rancangan Tuhan bagi kita.

Bagian yang penting dari mempelajari apa yang benar dan tidaknya adalah membaca Firman Tuhan. Dia telah berbicara kepada kita melalui Firman-Nya, dan semua yang Dia katakan adalah benar. Ketika kita membaca dan mengingat Firman Tuhan, kita akan dapat belajar lebih banyak tentang Tuhan.

Luangkanlah waktu hari ini untuk bersyukur kepada Tuhan karena telah menyatakan diri-Nya kepada kita melalui Firman-Nya, dan menerangi hidup kita dengan kebenaran-Nya.

Comments

Popular posts from this blog

Berkat dalam Keyakinan

Yeremia 17 diawali dengan teguran. Tuhan menegur bangsa Israel karena mereka menyembah berhala, percaya pada ilah-ilah lain, meninggalkan Dia dan ajaran-ajaran-Nya. Seperti orang tua yang anaknya membuat pilihan buruk, Tuhan menjelaskan bahwa pilihan tersebut telah dan akan menuntun kepada hukuman. Namun, daripada fokus pada apa yang telah hilang dan yang akan hilang karena pilihan buruk Israel, Yeremia mengambil kesempatan untuk memberikan pengingat yang menyegarkan jiwa: "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!" Yeremia 17:7 TB Dia menyebut mereka yang percaya kepada-Nya "diberkati", meskipun kekacauan, dosa, dan penyembahan berhala merajalela di sekeliling mereka. Tuhan berfirman bahwa orang yang percaya kepada-Nya "akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak khawatir dalam...

Mengapa Kasih Itu Penting

Mengerjakan sesuatu sesuai dengan kemampuan kita itu memberikan kepuasan, dan Tuhan menciptakan setiap kita dengan talenta agar kita mampu menjadi seperti yang Dia inginkan. Beberapa dari kita pandai berkomunikasi. Dan yang lainnya mampu memberi hikmat yang bermanfaat. Namun kita semua memiliki talenta yang dapat digunakan untuk kemuliaan nama-Nya.  Dalam 1 Korintus 13, Paulus menekankan bahwa tanpa kasih, talenta yang diberikan Tuhan kepada kita tidak dapat digunakan secara maksimal. Paulus bahkan mengatakan bahwa kita bisa menjadi orang paling bertalenta di dunia, namun jika kita tidak memiliki kasih Tuhan di dalam hati kita, maka perkataan dan tindakan kita pada dasarnya tidak berguna.  Kasih dikategorikan sebagai karakteristik yang terbesar karena memiliki pengaruh positif pada semua hal – termasuk bagaimana kita menggunakan karunia kita sebagai respons atas kasih Tuhan. Saat kita mengetahui kasih Tuhan bagi kita, kita bisa beriman bahwa Dia adalah seperti yang...

Rindu Hadirat Tuhan

Luangkan waktu sejenak untuk memikirkan keinginan Anda dalam hidup. Buat daftar cita-cita dari semua hal yang ingin Anda capai. Pikirkan prioritas utama Anda dan di mana Anda harus menghabiskan waktu menurut Anda. Sekarang, kembali ke daftar tersebut dan pertimbangkan berapa banyak dari keinginan Anda itu yang di dalamnya termasuk meluangkan waktu bersama Tuhan. Apakah ada pencapaian-pencapaianmu yang membutuhkan hadirat Tuhan? Penulis Mazmur 42 membandingkan dirinya dengan seekor rusa yang merindukan air. Rusa itu lelah dan haus tanpa air, jadi yang diinginkannya hanyalah menemukan aliran air untuk minum. Dengan cara yang sama, Pemazmur lelah dan letih dari kehidupan. Dia berada di bawah tekanan dan semakin lemah. Namun, kerinduan terdalamnya adalah Tuhan.  Sama seperti rusa merindukan air, jiwa pemazmur merindukan kehadiran Tuhan. Dia tahu bahwa solusi untuk masalah-masalahnya bukanlah prestasi dan pujian—melainkan meluangkan waktu dalam hadirat Tuhan. Tidak salah mem...