Skip to main content

Posts

Melalui Pencobaan

Mari kita mulai dengan membantah sebuah mitos: Tidak ada tertulis dalam Alkitab di mana Tuhan menjanjikan kita kehidupan yang sempurna, bebas dari masalah. Sebaliknya, berkali-kali, para pengikut Kristus mendapati diri mereka dianiaya, diserang, atau menghadapi berbagai macam masalah. Dalam surat Yakobus kepada para jemaat abad pertama, Yakobus memberi tahu mereka tentang berbagai pencobaan yang akan mereka alami dalam kehidupan:  "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia." Yakobus 1:12 PBTB2 Jika kita melihat pencobaan itu dimaksudkan agar kita semakin serupa dengan Yesus, justru kita akan terberkati olehnya. Mungkin Anda dapat mengenang saat musim hidup yang sulit. Melihat mereka, Anda akan mampu menunjukkan bagaimana Tuhan memurnikan Anda saat keluar dari situasi tersebut. Tuhan sering kali bekerja di balik layar untuk mempe...
Recent posts

Membangun Iman yang Teguh

Iman adalah salah satu atribut terpenting dari seluruh hidup kita. Ketika kita menaruh iman kita kepada Yesus, kita memiliki akses menuju hidup kekal. Iman kitalah yang menentukan nasib kita. Namun, iman tidak selalu mudah. Penulis kitab Ibrani memberi tahu kita bahwa iman dimulai dengan memiliki keyakinan akan hal-hal yang kita harapkan. Selain itu, juga memiliki jaminan untuk hal-hal yang tidak dapat kita lihat. Meskipun sepertinya bertentangan, iman sebenarnya mengharuskan kita untuk percaya pada sesuatu di luar diri kita. Jika kita bisa melihatnya dan mengukurnya, maka kita tidak membutuhkan iman. Misalnya, kita membaca dalam Kitab Suci bahwa Allah menciptakan bumi dan segala isinya. Tapi kita tidak melihat saat hal itu terjadi. Dibutuhkan iman untuk memercayainya. Yesus berkata bahwa mereka yang percaya kepada-Nya akan mewarisi hidup yang kekal—tetapi itu adalah janji yang belum datang. Kita harus memiliki iman bahwa Yesus akan menepati janji-Nya, dan bahwa suatu hari ...

Berkat dalam Keyakinan

Yeremia 17 diawali dengan teguran. Tuhan menegur bangsa Israel karena mereka menyembah berhala, percaya pada ilah-ilah lain, meninggalkan Dia dan ajaran-ajaran-Nya. Seperti orang tua yang anaknya membuat pilihan buruk, Tuhan menjelaskan bahwa pilihan tersebut telah dan akan menuntun kepada hukuman. Namun, daripada fokus pada apa yang telah hilang dan yang akan hilang karena pilihan buruk Israel, Yeremia mengambil kesempatan untuk memberikan pengingat yang menyegarkan jiwa: "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!" Yeremia 17:7 TB Dia menyebut mereka yang percaya kepada-Nya "diberkati", meskipun kekacauan, dosa, dan penyembahan berhala merajalela di sekeliling mereka. Tuhan berfirman bahwa orang yang percaya kepada-Nya "akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak khawatir dalam...

Jauh Lebih Banyak

Doa paling berani apa yang dapat Anda pikirkan untuk didoakan? Atau hal paling luar biasa apa yang berani Anda bayangkan?  Tahukah Anda bahwa Tuhan dapat mengatasinya? Paulus berkata seperti ini:  “Bagi Dia yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita…” Efesus 3:20 PBTB2 Anda tahu impian-impian tenang di hati Anda? Tuhan menempatkannya di sana. Anda tahu kerinduan akan sesuatu yang lebih baik daripada dunia yang rusak ini? Tuhan memberi Anda keinginan itu. Anda tahu kerinduan terdalam dari jiwa Anda? Tuhan tahu bagaimana cara memenuhinya.  Seperti kata Paulus, Tuhan dapat melakukan lebih dari yang kita minta atau bayangkan, tetapi kita juga harus mengingat bagian kedua dari firman-Nya: menurut kuasa-Nya yang bekerja di dalam kita.  Itu semua adalah kuasa Tuhan dan rencana-Nya. Tetapi Dia telah mengundang kita ke dalamnya. Jadi apa bagian kita dalam proses ini?...

Hikmat Abadi

Setelah dibebaskan dari perbudakan Mesir dan mengembara di padang gurun selama 40 tahun, bangsa Ibrani akhirnya berdiri di tepi tanah yang dijanjikan Tuhan.  Meskipun pemimpin sebelumnya, Musa, baru saja meninggal, Tuhan menunjuk Yosua untuk menggantikannya. Selama peralihan otoritas ini, Tuhan memberikan beberapa nasihat bijak kepada Yosua: “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” Yosua 1: 8 TB “Kitab Taurat” mengacu pada lima kitab pertama dalam Alkitab— yang juga dikenal sebagai Torah (dalam bahasa Ibrani) atau Pentateuch (dalam bahasa Yunani). Kini, kita memiliki kelima kitab itu dan lebih banyak lagi—yaitu 66 kitab dalam Alkitab, termasuk Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Allah memberikan Hukum kepada bangsa Israel melalui Musa. Hukum ini mengungkapkan...

Setiap Orang Tunduk kepada Sesuatu

Setiap orang tunduk kepada sesuatu atau seseorang di dalam hidup. Jika bukan kepada Allah, Anda akan tunduk kepada opini populer, kepada uang, kepada kebencian atau rasa takut, atau kepada harga diri, nafsu, dan ego Anda sendiri. Kita diciptakan untuk menyembah sesuatu, dan ketika kita gagal menyembah Allah, maka kita menciptakan dewa-dewa (ilah) untuk menyerahkan diri kita. E. Stanley Jones berkata, "Jika Anda tidak tunduk kepada Kristus, Anda berserah kepada kekacauan." Anda bebas untuk memilih kepada siapa Anda tunduk, namun Anda tidaklah terbebas dari akibat pilihan tersebut: "Karena itu tunduklah kepada Allah." (Yakobus 4:7 TB) Tunduk bukanlah cara hidup yang terbaik; ini adalah satu-satunya cara untuk hidup. Tak ada lainnya yang berhasil. Segala cara lainnya mengarah kepada rasa frustrasi, kekecewaan, dan merusak diri sendiri. Menyerahkan hidup Anda bukanlah suatu dorongan emosi yang bodoh melainkan suatu tindakan yang rasional dan pandai, serta ha...

Belajar Bertanding Dengan Baik

Saat kita menjadi orang Kristen dan pertama kalinya percaya kepada Yesus, kita telah memulai perjalanan iman. Kita berkomitmen untuk menjadi murid Yesus, yang mengikuti perintah-Nya, dan percaya kepada-Nya. Rasul Paulus, dalam ajarannya kepada Timotius, mendorongnya untuk berjuang dalam pertandingan iman yang baik. Ini menyiratkan bahwa perjalanan iman seringkali akan sulit. Terkadang bisa rumit, berat, dan mengerikan. Kata-kata Paulus menjadi pengingat bahwa terkadang—iman terlihat seperti pertandingan. Namun, ini bukan pertandingan melawan sesama manusia, perjalanan iman ini adalah pertandingan demi kebaikan, keindahan, dan kesetiaan. Kita berperang melawan sifat buruk kita sendiri, dan juga melawan musuh Tuhan di alam roh. Berjuang itu misalnya seperti membuat keputusan yang tepat meskipun itu bukan pilihan termudah. Seperti memilih bersikap lembut ketika kita merasa mau marah. Atau memilih kasih walau sebenarnya lebih mudah menjadi egois. Berjuang dengan baik berarti te...