Skip to main content

Melalui Pencobaan

Mari kita mulai dengan membantah sebuah mitos: Tidak ada tertulis dalam Alkitab di mana Tuhan menjanjikan kita kehidupan yang sempurna, bebas dari masalah. Sebaliknya, berkali-kali, para pengikut Kristus mendapati diri mereka dianiaya, diserang, atau menghadapi berbagai macam masalah. Dalam surat Yakobus kepada para jemaat abad pertama, Yakobus memberi tahu mereka tentang berbagai pencobaan yang akan mereka alami dalam kehidupan:  "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia." Yakobus 1:12 PBTB2 Jika kita melihat pencobaan itu dimaksudkan agar kita semakin serupa dengan Yesus, justru kita akan terberkati olehnya. Mungkin Anda dapat mengenang saat musim hidup yang sulit. Melihat mereka, Anda akan mampu menunjukkan bagaimana Tuhan memurnikan Anda saat keluar dari situasi tersebut. Tuhan sering kali bekerja di balik layar untuk mempe...

Belajar Bertanding Dengan Baik

Saat kita menjadi orang Kristen dan pertama kalinya percaya kepada Yesus, kita telah memulai perjalanan iman. Kita berkomitmen untuk menjadi murid Yesus, yang mengikuti perintah-Nya, dan percaya kepada-Nya.

Rasul Paulus, dalam ajarannya kepada Timotius, mendorongnya untuk berjuang dalam pertandingan iman yang baik. Ini menyiratkan bahwa perjalanan iman seringkali akan sulit. Terkadang bisa rumit, berat, dan mengerikan. Kata-kata Paulus menjadi pengingat bahwa terkadang—iman terlihat seperti pertandingan.

Namun, ini bukan pertandingan melawan sesama manusia, perjalanan iman ini adalah pertandingan demi kebaikan, keindahan, dan kesetiaan. Kita berperang melawan sifat buruk kita sendiri, dan juga melawan musuh Tuhan di alam roh.

Berjuang itu misalnya seperti membuat keputusan yang tepat meskipun itu bukan pilihan termudah. Seperti memilih bersikap lembut ketika kita merasa mau marah. Atau memilih kasih walau sebenarnya lebih mudah menjadi egois.

Berjuang dengan baik berarti tetap setia kepada Yesus sepanjang hidup Anda. Anda dipanggil untuk hidup baru di dalam Kristus ketika menjadi orang percaya, dan Anda dipanggil untuk tetap setia sepanjang hidup Anda.

Jadi bagaimana Anda bisa tetap setia? Salah satu cara untuk memupuk kesetiaan adalah dengan membaca Firman Tuhan setiap hari. Ketika Anda secara teratur meluangkan waktu bersama-Nya, Anda mulai menyukai apa yang Tuhan sukai, dan membenci apa yang Dia benci. 

Tetapi saat Anda mencari Tuhan dengan cara ini, penting juga untuk menjalin persahabatan dengan orang-orang yang dapat menyemangati Anda. Memiliki dua atau tiga orang dalam hidup yang dapat membantu Anda tetap berpendirian teguh adalah bagian penting dari perjalanan iman Anda. Saat mempertimbangkan langkah selanjutnya yang perlu Anda ambil untuk bertanding dengan baik, ingatlah bahwa Anda tidak berjuang sendirian. Tuhan menyertai Anda—dan ketika Anda mendekat kepada-Nya, Dia akan memampukan Anda dengan memberi kekuatan yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan perjalanan iman dengan baik.

Comments

Popular posts from this blog

Berkat dalam Keyakinan

Yeremia 17 diawali dengan teguran. Tuhan menegur bangsa Israel karena mereka menyembah berhala, percaya pada ilah-ilah lain, meninggalkan Dia dan ajaran-ajaran-Nya. Seperti orang tua yang anaknya membuat pilihan buruk, Tuhan menjelaskan bahwa pilihan tersebut telah dan akan menuntun kepada hukuman. Namun, daripada fokus pada apa yang telah hilang dan yang akan hilang karena pilihan buruk Israel, Yeremia mengambil kesempatan untuk memberikan pengingat yang menyegarkan jiwa: "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!" Yeremia 17:7 TB Dia menyebut mereka yang percaya kepada-Nya "diberkati", meskipun kekacauan, dosa, dan penyembahan berhala merajalela di sekeliling mereka. Tuhan berfirman bahwa orang yang percaya kepada-Nya "akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak khawatir dalam...

Mengapa Kasih Itu Penting

Mengerjakan sesuatu sesuai dengan kemampuan kita itu memberikan kepuasan, dan Tuhan menciptakan setiap kita dengan talenta agar kita mampu menjadi seperti yang Dia inginkan. Beberapa dari kita pandai berkomunikasi. Dan yang lainnya mampu memberi hikmat yang bermanfaat. Namun kita semua memiliki talenta yang dapat digunakan untuk kemuliaan nama-Nya.  Dalam 1 Korintus 13, Paulus menekankan bahwa tanpa kasih, talenta yang diberikan Tuhan kepada kita tidak dapat digunakan secara maksimal. Paulus bahkan mengatakan bahwa kita bisa menjadi orang paling bertalenta di dunia, namun jika kita tidak memiliki kasih Tuhan di dalam hati kita, maka perkataan dan tindakan kita pada dasarnya tidak berguna.  Kasih dikategorikan sebagai karakteristik yang terbesar karena memiliki pengaruh positif pada semua hal – termasuk bagaimana kita menggunakan karunia kita sebagai respons atas kasih Tuhan. Saat kita mengetahui kasih Tuhan bagi kita, kita bisa beriman bahwa Dia adalah seperti yang...

Rindu Hadirat Tuhan

Luangkan waktu sejenak untuk memikirkan keinginan Anda dalam hidup. Buat daftar cita-cita dari semua hal yang ingin Anda capai. Pikirkan prioritas utama Anda dan di mana Anda harus menghabiskan waktu menurut Anda. Sekarang, kembali ke daftar tersebut dan pertimbangkan berapa banyak dari keinginan Anda itu yang di dalamnya termasuk meluangkan waktu bersama Tuhan. Apakah ada pencapaian-pencapaianmu yang membutuhkan hadirat Tuhan? Penulis Mazmur 42 membandingkan dirinya dengan seekor rusa yang merindukan air. Rusa itu lelah dan haus tanpa air, jadi yang diinginkannya hanyalah menemukan aliran air untuk minum. Dengan cara yang sama, Pemazmur lelah dan letih dari kehidupan. Dia berada di bawah tekanan dan semakin lemah. Namun, kerinduan terdalamnya adalah Tuhan.  Sama seperti rusa merindukan air, jiwa pemazmur merindukan kehadiran Tuhan. Dia tahu bahwa solusi untuk masalah-masalahnya bukanlah prestasi dan pujian—melainkan meluangkan waktu dalam hadirat Tuhan. Tidak salah mem...