Beberapa di antara Anda sedang memikul sebuah kuk -- beban yang berat -- dari harapan-harapan yang dibuat oleh orangtua Anda, atau suami Anda, atau istri Anda, atau anak-anak Anda. Sebagian dari Anda terbebani oleh kuk yang dikenakan kepada Anda oleh atasan Anda atau guru Anda.
Namun banyak dari kita memikul beban kuk yang kita kenakan sendiri karena rasa bersalah yang tak terselesaikan dan harapan yang tidak realistis. Kita berusaha membuktikan bahwa kita berarti.
Kita mengenakan kuk yang berat yang Allah tak pernah kehendaki untuk membuktikan bahwa kita penting padahal Allah berkata kita memang penting.
Kuk dari Allah adalah ketika kita mengikuti rencana-Nya bagi hidup kita, dan ketika kita melakukannya, segalanya berjalan dengan jauh lebih baik. Ketika kita hidup menurut cara kita sendiri, kita menabrak tembok lagi dan lagi. Dalam arti tertentu, Allah berkata, "Jalankan rencana-Ku, rancangan-Ku untuk hidupmu."
Seberapa beratkah kuk dari Allah? Yesus berkata, "Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." Anda berkata, "Tapi hidup Kekristenan tidaklah mudah. Hidup Kekristenan saya sulit; sama seperti sebuah tugas yang harus saya penuhi."
Itu mungkin karena Anda berada di luar kehendak Allah. Anda mungkin melakukan sesuatu yang Allah tak pernah kehendaki untuk Anda lakukan. Yesus tidak datang untuk memberi Anda beban melainkan berkat.
Comments
Post a Comment