Skip to main content

Melalui Pencobaan

Mari kita mulai dengan membantah sebuah mitos: Tidak ada tertulis dalam Alkitab di mana Tuhan menjanjikan kita kehidupan yang sempurna, bebas dari masalah. Sebaliknya, berkali-kali, para pengikut Kristus mendapati diri mereka dianiaya, diserang, atau menghadapi berbagai macam masalah. Dalam surat Yakobus kepada para jemaat abad pertama, Yakobus memberi tahu mereka tentang berbagai pencobaan yang akan mereka alami dalam kehidupan:  "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia." Yakobus 1:12 PBTB2 Jika kita melihat pencobaan itu dimaksudkan agar kita semakin serupa dengan Yesus, justru kita akan terberkati olehnya. Mungkin Anda dapat mengenang saat musim hidup yang sulit. Melihat mereka, Anda akan mampu menunjukkan bagaimana Tuhan memurnikan Anda saat keluar dari situasi tersebut. Tuhan sering kali bekerja di balik layar untuk mempe...

Masih Ada Lagi


Ada banyak hal yang bisa kita lihat; pepohonan, bintang, gunung, samudera, orang-orang, penguin, senyum sahabat terdekat kita, gajah, gedung pencakar langit, biji kopi, matahari terbenam, dan bunga tulip, dan masih banyak lagi.

Tuhan menciptakan semua itu. Dia menciptakan alam semesta dan hukum-hukum yang mengaturnya.

Tapi ada juga hal-hal yang tidak bisa kita lihat: dibalik hembusan angin, di balik kedalaman alam semesta, di balik dasar-dasar kasih. Melalui Kristus, segala hal diciptakan–di surga dan di bumi, semua yang kelihatan dan tak kelihatan (Kolose 1:16).

Dan meskipun mata jasmani kita tidak dapat melihat angin atau sinar infra merah atau Roh Tuhan, kita masih bisa mengalami efeknya. Karena ada yang lebih dari apa yang terlihat. Masih banyak hal lain di luar kehidupan ini.

Teman-teman Paulus, jemaat di Korintus, mengalami kesukaran yang besar. Mereka diburu dan dianiaya karena kepercayaan mereka tentang Yesus–bahwa Dia adalah Mesias yang telah lama dinantikan. Beberapa dari mereka bahkan menghadapi kematian. Namun Paulus menguatkan mereka untuk bertahan dalam pencobaan yang akan usai dengan harapan yang melampaui dunia ini. Dia menulis:

"Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tidak kelihatan adalah kekal."
2 Korintus 4:18 PBTB2

Mata manusia hanya bisa melihat sebegitu banyak. Pikiran manusia hanya dapat memahami sebegitu banyak. Tapi kita dapat memercayai Tuhan dengan semua yang tidak dapat kita lihat atau pahami.

Tuhan itu nyata. Kita mungkin tidak bisa melihat-Nya dengan mata jasmani kita hari ini, tapi kita bisa mengalami dampak kehiidupan-Nya. Yesus mengorbankan diri-Nya agar Anda bisa hidup, dan hidup berkelimpahan sedang menanti Anda–baik di bumi dan di surga. Masih banyak hal yang ada di luar saat ini. 

Jadi, apakah Anda akan mengarahkan pandangan Anda pada apa yang terlihat atau tidak terlihat? Apakah Anda akan memercayai panca indera Anda, atau memercayai Dia dengan indera Anda?

Comments

Popular posts from this blog

Berkat dalam Keyakinan

Yeremia 17 diawali dengan teguran. Tuhan menegur bangsa Israel karena mereka menyembah berhala, percaya pada ilah-ilah lain, meninggalkan Dia dan ajaran-ajaran-Nya. Seperti orang tua yang anaknya membuat pilihan buruk, Tuhan menjelaskan bahwa pilihan tersebut telah dan akan menuntun kepada hukuman. Namun, daripada fokus pada apa yang telah hilang dan yang akan hilang karena pilihan buruk Israel, Yeremia mengambil kesempatan untuk memberikan pengingat yang menyegarkan jiwa: "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!" Yeremia 17:7 TB Dia menyebut mereka yang percaya kepada-Nya "diberkati", meskipun kekacauan, dosa, dan penyembahan berhala merajalela di sekeliling mereka. Tuhan berfirman bahwa orang yang percaya kepada-Nya "akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak khawatir dalam...

Mengapa Kasih Itu Penting

Mengerjakan sesuatu sesuai dengan kemampuan kita itu memberikan kepuasan, dan Tuhan menciptakan setiap kita dengan talenta agar kita mampu menjadi seperti yang Dia inginkan. Beberapa dari kita pandai berkomunikasi. Dan yang lainnya mampu memberi hikmat yang bermanfaat. Namun kita semua memiliki talenta yang dapat digunakan untuk kemuliaan nama-Nya.  Dalam 1 Korintus 13, Paulus menekankan bahwa tanpa kasih, talenta yang diberikan Tuhan kepada kita tidak dapat digunakan secara maksimal. Paulus bahkan mengatakan bahwa kita bisa menjadi orang paling bertalenta di dunia, namun jika kita tidak memiliki kasih Tuhan di dalam hati kita, maka perkataan dan tindakan kita pada dasarnya tidak berguna.  Kasih dikategorikan sebagai karakteristik yang terbesar karena memiliki pengaruh positif pada semua hal – termasuk bagaimana kita menggunakan karunia kita sebagai respons atas kasih Tuhan. Saat kita mengetahui kasih Tuhan bagi kita, kita bisa beriman bahwa Dia adalah seperti yang...

Rindu Hadirat Tuhan

Luangkan waktu sejenak untuk memikirkan keinginan Anda dalam hidup. Buat daftar cita-cita dari semua hal yang ingin Anda capai. Pikirkan prioritas utama Anda dan di mana Anda harus menghabiskan waktu menurut Anda. Sekarang, kembali ke daftar tersebut dan pertimbangkan berapa banyak dari keinginan Anda itu yang di dalamnya termasuk meluangkan waktu bersama Tuhan. Apakah ada pencapaian-pencapaianmu yang membutuhkan hadirat Tuhan? Penulis Mazmur 42 membandingkan dirinya dengan seekor rusa yang merindukan air. Rusa itu lelah dan haus tanpa air, jadi yang diinginkannya hanyalah menemukan aliran air untuk minum. Dengan cara yang sama, Pemazmur lelah dan letih dari kehidupan. Dia berada di bawah tekanan dan semakin lemah. Namun, kerinduan terdalamnya adalah Tuhan.  Sama seperti rusa merindukan air, jiwa pemazmur merindukan kehadiran Tuhan. Dia tahu bahwa solusi untuk masalah-masalahnya bukanlah prestasi dan pujian—melainkan meluangkan waktu dalam hadirat Tuhan. Tidak salah mem...