Mari kita mulai dengan membantah sebuah mitos: Tidak ada tertulis dalam Alkitab di mana Tuhan menjanjikan kita kehidupan yang sempurna, bebas dari masalah. Sebaliknya, berkali-kali, para pengikut Kristus mendapati diri mereka dianiaya, diserang, atau menghadapi berbagai macam masalah. Dalam surat Yakobus kepada para jemaat abad pertama, Yakobus memberi tahu mereka tentang berbagai pencobaan yang akan mereka alami dalam kehidupan: "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia." Yakobus 1:12 PBTB2 Jika kita melihat pencobaan itu dimaksudkan agar kita semakin serupa dengan Yesus, justru kita akan terberkati olehnya. Mungkin Anda dapat mengenang saat musim hidup yang sulit. Melihat mereka, Anda akan mampu menunjukkan bagaimana Tuhan memurnikan Anda saat keluar dari situasi tersebut. Tuhan sering kali bekerja di balik layar untuk mempe...
Jika Anda meminta sepuluh orang secara acak untuk menjelaskan pengertian tentang kasih, kemungkinan besar Anda akan menerima sepuluh jawaban yang berbeda. Kita sering mendefinisikan kasih dengan apa yang paling kita hargai atau sukai. Namun, dengan begitu banyaknya definisi kasih yang sering kali bertentangan, para pengikut Yesus seharusnya mencari kebenaran.
Definisi kasih yang sejati tidak berasal dari budaya, nilai-nilai sendiri, atau menurut batin kita sendiri—tetapi berasal dari Allah, sebab “Allah adalah kasih” (1 Yohanes 4:8). Jadi, pemahaman yang benar tentang kasih harus datang dari Tuhan. 1 Korintus 13 sepenuhnya dikhususkan untuk mendefinisikan apa kasih itu.
1 Korintus 13:6 (BIMK) mengatakan bahwa kasih tidak senang dengan kejahatan. Kejahatan adalah perbuatan yang menentang Tuhan atau jalan-Nya. Ketika kita tidak mematuhi hukum Allah, dan memilih untuk melakukan hal yang salah, atau melukai orang lain, itulah kejahatan.
Intinya, kejahatan adalah ketika kita gagal mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama.
Misalnya, jika seseorang yang tidak kita sukai itu belum mengenal kasih Yesus, kita tidak seharusnya merasa senang. Kasih seharusnya menuntun kita untuk membagikan kebenaran tentang Yesus kepada mereka. Atau, jika seseorang yang menyakiti Anda sedang menderita, kita tidak seharusnya bergembira atas dukanya. Sebaliknya, kita harus mengampuni mereka, sama seperti Allah telah mengampuni kita. Kasih bersukacita karena kebenaran Allah diberitakan, dihidupi, dan dibagikan.
Jadi, luangkan waktu hari ini untuk memikirkan apa perbedaan antara definisi kasih Anda dengan definisi Tuhan. Kesalahpahaman apa yang Anda miliki? Juga, tindakan atau pemikiran apa yang dapat Anda ubah untuk dapat lebih mengasihi? Yang terpenting, kepada siapa Anda dapat membagikan kebenaran kasih Tuhan? Buatlah daftar dua atau tiga orang yang dapat Anda doakan dan bagikan tentang Tuhan dan kasih-Nya.
Comments
Post a Comment