Skip to main content

Melalui Pencobaan

Mari kita mulai dengan membantah sebuah mitos: Tidak ada tertulis dalam Alkitab di mana Tuhan menjanjikan kita kehidupan yang sempurna, bebas dari masalah. Sebaliknya, berkali-kali, para pengikut Kristus mendapati diri mereka dianiaya, diserang, atau menghadapi berbagai macam masalah. Dalam surat Yakobus kepada para jemaat abad pertama, Yakobus memberi tahu mereka tentang berbagai pencobaan yang akan mereka alami dalam kehidupan:  "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia." Yakobus 1:12 PBTB2 Jika kita melihat pencobaan itu dimaksudkan agar kita semakin serupa dengan Yesus, justru kita akan terberkati olehnya. Mungkin Anda dapat mengenang saat musim hidup yang sulit. Melihat mereka, Anda akan mampu menunjukkan bagaimana Tuhan memurnikan Anda saat keluar dari situasi tersebut. Tuhan sering kali bekerja di balik layar untuk mempe...

Mengasihi Seperti-Nya

Dari teman sampai keluarga, hubungan terkadang sulit dikendalikan. Tetapi jika ada satu hal yang bisa membedakan hubungan Anda, itu adalah kasih yang sejati.

Dalam surat pertama Paulus kepada jemaat di Korintus, Yunani, dia menjelaskan bahwa bahkan jika Anda memiliki iman, pengetahuan, atau kemurahan hati di dunia, atau jika Anda bisa berbahasa lidah, atau memiliki karunia bernubuat–tidak ada yang berarti tanpa kasih. Dia melanjutkan:

"Kasih itu sabar; kasih itu baik hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong."
1 Korintus 13:4 TB2

Kemungkinan, Anda ingin menjadi orang yang sabar. Anda berniat menjadi manusia yang baik hati. Anda ingin menjadi individu yang rendah hati dan merasa puas. Namun, terkadang Anda tergesa-gesa. Terkadang Anda kesal. Kadang Anda menjadi kasar, egois, cemburu, tidak pengertian, atau arogan.

Terkadang, menjadi manusia itu sulit. Tetapi Tuhan mengerti dan Dia ingin membantu Anda.

Dalam surat yang sama, Paulus menulis lebih lanjut bahwa kasih tidak menyimpan kesalahan dan bersukacita dalam kebenaran. Kasih selalu melindungi, percaya, berharap, dan sabar menanggung segala sesuatu. Yang paling utama, kasih tak pernah gagal.

Tapi mengapa kasih itu terkadang gagal? Lagi pula, tingkat perceraian tinggi, keluarga bercerai itu awam, dan kebobrokan dunia ini jelas terlihat di hampir setiap berita atau media sosial.

Dan itulah sebabnya Yesus datang! Dia memberikan diri-Nya sendiri sebagai korban sempurna untuk menebus dunia. Dan itulah wujud kasih sejati–rela memberikan nyawa sendiri demi sahabat-sahabatnya (Yohanes 15:13). Dia adalah kasih, dan kasih-Nya tak pernah gagal.

Jadi, sekarang penebusan telah mulai menerobos–pertama, melalui Yesus dan, kini melalui Roh-Nya di dalam kita–kita bisa mengasihi orang lain dengan baik, dengan memandang kepada-Nya, bersandar kepada-Nya, percaya kepada-Nya, mendengarkan-Nya, dan mengikuti bimbingan-Nya.

Tuhan telah memberikan segala yang Anda butuhkan untuk mengasihi orang lain seperti Dia mengasihimu.

Comments

Popular posts from this blog

Berkat dalam Keyakinan

Yeremia 17 diawali dengan teguran. Tuhan menegur bangsa Israel karena mereka menyembah berhala, percaya pada ilah-ilah lain, meninggalkan Dia dan ajaran-ajaran-Nya. Seperti orang tua yang anaknya membuat pilihan buruk, Tuhan menjelaskan bahwa pilihan tersebut telah dan akan menuntun kepada hukuman. Namun, daripada fokus pada apa yang telah hilang dan yang akan hilang karena pilihan buruk Israel, Yeremia mengambil kesempatan untuk memberikan pengingat yang menyegarkan jiwa: "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!" Yeremia 17:7 TB Dia menyebut mereka yang percaya kepada-Nya "diberkati", meskipun kekacauan, dosa, dan penyembahan berhala merajalela di sekeliling mereka. Tuhan berfirman bahwa orang yang percaya kepada-Nya "akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak khawatir dalam...

Mengapa Kasih Itu Penting

Mengerjakan sesuatu sesuai dengan kemampuan kita itu memberikan kepuasan, dan Tuhan menciptakan setiap kita dengan talenta agar kita mampu menjadi seperti yang Dia inginkan. Beberapa dari kita pandai berkomunikasi. Dan yang lainnya mampu memberi hikmat yang bermanfaat. Namun kita semua memiliki talenta yang dapat digunakan untuk kemuliaan nama-Nya.  Dalam 1 Korintus 13, Paulus menekankan bahwa tanpa kasih, talenta yang diberikan Tuhan kepada kita tidak dapat digunakan secara maksimal. Paulus bahkan mengatakan bahwa kita bisa menjadi orang paling bertalenta di dunia, namun jika kita tidak memiliki kasih Tuhan di dalam hati kita, maka perkataan dan tindakan kita pada dasarnya tidak berguna.  Kasih dikategorikan sebagai karakteristik yang terbesar karena memiliki pengaruh positif pada semua hal – termasuk bagaimana kita menggunakan karunia kita sebagai respons atas kasih Tuhan. Saat kita mengetahui kasih Tuhan bagi kita, kita bisa beriman bahwa Dia adalah seperti yang...

Rindu Hadirat Tuhan

Luangkan waktu sejenak untuk memikirkan keinginan Anda dalam hidup. Buat daftar cita-cita dari semua hal yang ingin Anda capai. Pikirkan prioritas utama Anda dan di mana Anda harus menghabiskan waktu menurut Anda. Sekarang, kembali ke daftar tersebut dan pertimbangkan berapa banyak dari keinginan Anda itu yang di dalamnya termasuk meluangkan waktu bersama Tuhan. Apakah ada pencapaian-pencapaianmu yang membutuhkan hadirat Tuhan? Penulis Mazmur 42 membandingkan dirinya dengan seekor rusa yang merindukan air. Rusa itu lelah dan haus tanpa air, jadi yang diinginkannya hanyalah menemukan aliran air untuk minum. Dengan cara yang sama, Pemazmur lelah dan letih dari kehidupan. Dia berada di bawah tekanan dan semakin lemah. Namun, kerinduan terdalamnya adalah Tuhan.  Sama seperti rusa merindukan air, jiwa pemazmur merindukan kehadiran Tuhan. Dia tahu bahwa solusi untuk masalah-masalahnya bukanlah prestasi dan pujian—melainkan meluangkan waktu dalam hadirat Tuhan. Tidak salah mem...