Mari kita mulai dengan membantah sebuah mitos: Tidak ada tertulis dalam Alkitab di mana Tuhan menjanjikan kita kehidupan yang sempurna, bebas dari masalah. Sebaliknya, berkali-kali, para pengikut Kristus mendapati diri mereka dianiaya, diserang, atau menghadapi berbagai macam masalah. Dalam surat Yakobus kepada para jemaat abad pertama, Yakobus memberi tahu mereka tentang berbagai pencobaan yang akan mereka alami dalam kehidupan: "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia." Yakobus 1:12 PBTB2 Jika kita melihat pencobaan itu dimaksudkan agar kita semakin serupa dengan Yesus, justru kita akan terberkati olehnya. Mungkin Anda dapat mengenang saat musim hidup yang sulit. Melihat mereka, Anda akan mampu menunjukkan bagaimana Tuhan memurnikan Anda saat keluar dari situasi tersebut. Tuhan sering kali bekerja di balik layar untuk mempe...
Ada ayat dalam kitab Amsal yang sering dikutip saat merujuk pada persahabatan atau pernikahan…
"Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya."
Amsal 27:17 TB
Ya, kita ingin mendorong satu sama lain, saling menyemangati, dan saling menajamkan secara emosi, fisik, dan roh. Namun saat Anda benar-benar memikirkan implikasi dari gambaran tersebut, sesungguhnya ayat ini pelik.
Besi ditajamkan melalui panas dan gesekan, melalui pemotongan dan pengirisan. Saat ditempa, ia dibentuk menjadi sesuatu yang indah dan memiliki tujuan yang lebih baik dari sebelumnya.
Penajaman itu punya tujuan khusus, tapi bisa juga terasa sakit. Gesekan yang disengaja sering menghasilkan karakter yang lebih murni, kuat, dan tajam. Kita bukan ditajamkan dengan hubungan yang tanpa disengaja, tanpa dipikirkan, atau tanpa dipedulikan, tetapi kita ditajamkan oleh mereka yang dalam kasih membantu mengikis sisi buruk–yang bisa mengenali dan memvisualisasikan mahakarya seperti yang Tuhan inginkan bagi kita.
Kita bisa ditajamkan oleh mentor, pastor, pasangan, guru, dan teman-teman. Kita juga bisa ditajamkan oleh teman terbaik yang kita miliki–Roh Kudus. Bagian dari Tuhan yang dianggap sebagai "pribadi' ketiga dari Tritunggal, yang mengerjakan pemurnian. Roh Kudus seperti pekerja besi yang profesional dan pribadi yang terampil dan teliti, fokus dan terperinci, dapat dipercaya dan benar.
"Seperti besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya."
Saat kita berserah kepada pemurnian yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita, kita bisa membantu orang lain melihat karya dalam diri mereka sendiri. Jadi hari ini, izinkan Tuhan mempertajam Anda. Minta Dia untuk menyingkapkan bagian dalam hidupmu yang perlu dimurnikan, kemudian berserah kepada karya yang ingin Tuhan kerjakan dalam hidupmu.
Comments
Post a Comment