Mari kita mulai dengan membantah sebuah mitos: Tidak ada tertulis dalam Alkitab di mana Tuhan menjanjikan kita kehidupan yang sempurna, bebas dari masalah. Sebaliknya, berkali-kali, para pengikut Kristus mendapati diri mereka dianiaya, diserang, atau menghadapi berbagai macam masalah. Dalam surat Yakobus kepada para jemaat abad pertama, Yakobus memberi tahu mereka tentang berbagai pencobaan yang akan mereka alami dalam kehidupan: "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia." Yakobus 1:12 PBTB2 Jika kita melihat pencobaan itu dimaksudkan agar kita semakin serupa dengan Yesus, justru kita akan terberkati olehnya. Mungkin Anda dapat mengenang saat musim hidup yang sulit. Melihat mereka, Anda akan mampu menunjukkan bagaimana Tuhan memurnikan Anda saat keluar dari situasi tersebut. Tuhan sering kali bekerja di balik layar untuk mempe...
Saat Paulus menulis surat pertama mereka kepada gereja di Korintus, dia menulis kepada orang-orang percaya yang mengalami perpecahan yang intens. Kekuasaan dan politik di dalam komunitas gereja menyebabkan umat Kristen berpaling dari pengajaran Yesus dan bersaing satu sama lain. Dan oleh karena itu, orang-orang miskin menderita, orang-orang menjadi bingung dengan teologi, dan hal-hal yang tidak bermoral mendapatkan toleransi.
Jadi setelah mengungkapkan kesalahan mereka, dan menunjukkan bagaimana hidup sesuai dengan Roh Kudus, Paulus merangkumkan keinginannya bagi jemaat di Korintus dalam kalimat ini...
Waspadalah. Tetaplah teguh dalam iman. Beranilah dan tetaplah kuat. Lakukan segala sesuatu dalam kasih.
1 Korintus 16:13-14 AMD
Waspadalah...
Paulus menggunakan kata ini untuk mengingatkan teman-temannya terus memperhatikan hidup mereka, komunitas mereka, dan pilihan yang mereka ambil. Dia tahu bahwa mereka tidak selalu waspada, sehingga mereka tidak memperhatikan kebohongan, tipuan, atau muslihat yang disusupkan si jahat dalam komunitas mereka.
Tetaplah teguh...
Perbuatan yang tidak bermoral adalah masalah utama di gereja Korintus. Namun bukannya ditentang, umat Kristen di Korintus malah membiarkannya. Jadi Paulus mengingatkan mereka bahwa mereka adalah satu tubuh. Jika satu orang diizinkan untuk tidak menghormati Tuhan, maka mereka semua adalah bagian dari masalah. Mereka perlu belajar untuk berdiri teguh dalam iman supaya keingingan mereka yang terbesar adalah untuk menyenangkan Tuhan, bukan manusia.
Beranilah dan tetaplah kuat...
Untuk menahan serangan rohani, jemaat Korintus perlu berdiri kuat bersama-sama. Mereka perlu secara berani menggunakan karunia dan talenta mereka untuk menguatkan komunitas gereja dan membantunya bertumbuh–bahkan saat terlihat tidak sejalan dengan budaya yang ada dan rasanya tidak nyaman.
...Dan lakukan segala sesuatu dalam kasih.
Dalam 1 Korintus 13, Paulus menulis bahwa dia bisa jadi sempurna, melakukan segalanya dengan benar, tidak pernah berdosa, dan selalu menaati perintah Tuhan–namun jika dia tidak punya kasih, ini tidak ada artinya. Kekuatan, keberanian, dan komitment–tidak ada artinya jika kasih Tuhan bukan menjadi pusat dari segala yang kita pikirkan dan kerjakan.
Jika tidak didasarkan pada kasih Tuhan, berdiri teguh bisa menjadi pembenaran diri, kekuatan bisa menjadi kebebalan, dan keberanian bisa menjadi sikap arogan.
Jadi langkah apa yang akan Anda ambil untuk berdiri teguh dalam hal yang Anda yakini dengan kekuatan dan keberanian? Sembari Anda menentukan pilihan, ingatlah bahwa Tuhan berperang bagimu, dan Roh Kudus ada bersamamu. Dia memampukan engkau menerima dan membagikan kasih-Nya dengan berani.
Comments
Post a Comment