Mari kita mulai dengan membantah sebuah mitos: Tidak ada tertulis dalam Alkitab di mana Tuhan menjanjikan kita kehidupan yang sempurna, bebas dari masalah. Sebaliknya, berkali-kali, para pengikut Kristus mendapati diri mereka dianiaya, diserang, atau menghadapi berbagai macam masalah. Dalam surat Yakobus kepada para jemaat abad pertama, Yakobus memberi tahu mereka tentang berbagai pencobaan yang akan mereka alami dalam kehidupan: "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia." Yakobus 1:12 PBTB2 Jika kita melihat pencobaan itu dimaksudkan agar kita semakin serupa dengan Yesus, justru kita akan terberkati olehnya. Mungkin Anda dapat mengenang saat musim hidup yang sulit. Melihat mereka, Anda akan mampu menunjukkan bagaimana Tuhan memurnikan Anda saat keluar dari situasi tersebut. Tuhan sering kali bekerja di balik layar untuk mempe...
Pernahkah Anda merenungkan apa sebenarnya arti mengasihi orang lain? Dalam 1 Korintus, Paulus berkata bahwa kasih "tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain."
Luangkanlah waktu sejenak untuk berdiam diri di hadapan Tuhan dan merenungkan makna dan tindakan kasih. Bagaimana hal ini dicerminkan dalam tindakan kita terhadap orang lain?
"Kasih tidak melakukan yang tidak sopan." Apakah saya memprioritaskan kebutuhan dan kepentingan orang lain di atas keinginan sendiri? Apakah saya mengorbankan keuntungan pribadi demi kepentingan orang lain, dimotivasi oleh empati dan kasih yang tulus?
"Kasih tidak pemarah." Apakah saya memilih pengampunan daripada dendam, dan menolak untuk terpancing emosi oleh sebab kekurangan orang lain?
"Kasih tidak menyimpan kesalahan orang lain." Apakah saya benar-benar percaya bahwa kasih tidak menyimpan kesalahan? Dan apakah saya memilih untuk melupakan kepahitan dan luka masa lalu?
Mengasihi orang lain seperti diri kita sendiri bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Namun, itu adalah sesuatu yang membutuhkan transformasi dan kuasa Tuhan. Dibutuhkan hati yang berserah kepada Tuhan. Bagaimana Anda memilih untuk mengasihi orang lain hari ini?
Comments
Post a Comment