Mari kita mulai dengan membantah sebuah mitos: Tidak ada tertulis dalam Alkitab di mana Tuhan menjanjikan kita kehidupan yang sempurna, bebas dari masalah. Sebaliknya, berkali-kali, para pengikut Kristus mendapati diri mereka dianiaya, diserang, atau menghadapi berbagai macam masalah. Dalam surat Yakobus kepada para jemaat abad pertama, Yakobus memberi tahu mereka tentang berbagai pencobaan yang akan mereka alami dalam kehidupan: "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia." Yakobus 1:12 PBTB2 Jika kita melihat pencobaan itu dimaksudkan agar kita semakin serupa dengan Yesus, justru kita akan terberkati olehnya. Mungkin Anda dapat mengenang saat musim hidup yang sulit. Melihat mereka, Anda akan mampu menunjukkan bagaimana Tuhan memurnikan Anda saat keluar dari situasi tersebut. Tuhan sering kali bekerja di balik layar untuk mempe...
Di dunia yang penuh hiruk pikuk, kesibukan sering kali diagungkan, dan keheningan diabaikan. Rasul Paulus, dalam 1 Tesalonika, menawarkan tantangan yang berbeda—panggilan untuk menjalani hidup tenang:
"Yang harus menjadi cita-cita Saudara ialah hidup tenang, mengurus persoalan-persoalan sendiri, dan mengerjakan pekerjaan sendiri, seperti dahulu sudah kami katakan kepada Saudara."
1 Tesalonika 4:11-12 FAYH
Apakah Anda memperhatikan bagaimana Paulus menggunakan sedikit ironi? Dia mengatakan harus menjadi "cita-cita" Anda untuk menjalani hidup "tenang". Keduanya tampak bertentangan satu sama lain, namun berpadu menciptakan ketenteraman. Bagaimana kita dapat mengikuti anjuran Paulus?
Salah satu cara sederhananya adalah "mengurus persoalan sendiri" (1 Tesalonika 4:11). Ini mungkin terdengar aneh di zaman kita yang selalu membandingkan dengan orang lain, namun, alih-alih mencampuri urusan orang lain, kita hendaknya fokus pada pekerjaan sesuai panggilan Tuhan. Seperti yang Paulus katakan, "mengerjakan pekerjaan sendiri" (1 Tesalonika 4:11). Kita dipanggil untuk melakukan pekerjaan kita dengan tekun dan sepenuh hati, dengan menyadari bahwa apa pun yang kita perbuat adalah untuk Tuhan (Kolose 3:23). Dalam dedikasi untuk hidup tenang, kita akan mendapatkan pengakuan bahkan dari mereka yang belum mengenal Tuhan, dengan menunjukkan kepada mereka kuasa iman kepada Tuhan yang dapat mengubahkan melalui tindakan kita (1 Tesalonika 4:12).
Ini adalah undangan yang tersedia bagi Anda: terimalah panggilan untuk menjalani hidup tenang, uruslah persoalan Anda sendiri bahkan saat melayani orang lain, dan lakukanlah dengan tekun pekerjaan Anda sendiri.
Comments
Post a Comment