Mari kita mulai dengan membantah sebuah mitos: Tidak ada tertulis dalam Alkitab di mana Tuhan menjanjikan kita kehidupan yang sempurna, bebas dari masalah. Sebaliknya, berkali-kali, para pengikut Kristus mendapati diri mereka dianiaya, diserang, atau menghadapi berbagai macam masalah. Dalam surat Yakobus kepada para jemaat abad pertama, Yakobus memberi tahu mereka tentang berbagai pencobaan yang akan mereka alami dalam kehidupan: "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia." Yakobus 1:12 PBTB2 Jika kita melihat pencobaan itu dimaksudkan agar kita semakin serupa dengan Yesus, justru kita akan terberkati olehnya. Mungkin Anda dapat mengenang saat musim hidup yang sulit. Melihat mereka, Anda akan mampu menunjukkan bagaimana Tuhan memurnikan Anda saat keluar dari situasi tersebut. Tuhan sering kali bekerja di balik layar untuk mempe...
Apa hartamu yang paling berharga? Mungkin itu adalah hal yang paling mahal yang Anda miliki, seperti rumah yang Anda beli dengan bekerja sepanjang hidup Anda. Tapi bisa juga berupa foto di waktu spesial yang Anda habiskan bersama seseorang yang Anda cintai. Atau bisa juga hadiah yang berarti dari seorang teman.
Nilai yang kita berikan pada suatu "benda" berhubungan erat dengan emosi kita. Cara kita menggunakan hal-hal yang paling kita hargai menunjukkan prioritas kita yang sebenarnya.
Kematian Yesus di kayu salib adalah salah satu contoh terbesar dari kemurahan hati Allah. Meskipun tahu kalau kita tidak akan pernah bisa membalasnya, Tuhan tidak ragu-ragu untuk menyerahkan harta terbesar-Nya—Putra-Nya yang tunggal—bagi kita. Dan melalui tindakan pengorbanan itu, Dia menunjukkan seperti apa kemurahan hati itu: yaitu rela menawarkan apa yang kita miliki sehingga orang lain dapat berkembang, sekalipun hal itu menyebabkan kita kesakitan dalam prosesnya.
Anda tidak harus hanya memberi secara finansial untuk mempraktikkan kemurahan hati. Hidup dengan murah hati adalah mengakui bahwa Tuhan mampu melakukan apa pun yang Dia inginkan melalui karunia yang telah Dia berikan kepada Anda. Ketika Anda mengizinkan Tuhan memberi melalui Anda, dan Anda menghormati Dia melalui persembahan Anda, hal itu akan membawa Anda lebih dekat kepada-Nya. Kemurahan hati mengalir dari hati yang bersyukur dan percaya, dan ketika Anda memercayai Tuhan dengan apa yang Anda miliki, Dia mulai memercayakan Anda dengan lebih banyak lagi.
Mempraktikkan kebiasaan ini akan mengingatkan Anda bahwa Anda tidak memegang kendali, tetapi Anda tahu Dia yang memegang kendali—dan Dia dapat memenuhi semua kebutuhan Anda.
Jadi, apa yang harus Anda berikan? Cobalah mencari tempat di mana Anda dapat menginvestasikan apa yang Anda miliki dengan cara tertentu. Mulai dari hal yang kecil, atau langsung hal besar. Mulai saja.
Comments
Post a Comment