Mari kita mulai dengan membantah sebuah mitos: Tidak ada tertulis dalam Alkitab di mana Tuhan menjanjikan kita kehidupan yang sempurna, bebas dari masalah. Sebaliknya, berkali-kali, para pengikut Kristus mendapati diri mereka dianiaya, diserang, atau menghadapi berbagai macam masalah. Dalam surat Yakobus kepada para jemaat abad pertama, Yakobus memberi tahu mereka tentang berbagai pencobaan yang akan mereka alami dalam kehidupan: "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia." Yakobus 1:12 PBTB2 Jika kita melihat pencobaan itu dimaksudkan agar kita semakin serupa dengan Yesus, justru kita akan terberkati olehnya. Mungkin Anda dapat mengenang saat musim hidup yang sulit. Melihat mereka, Anda akan mampu menunjukkan bagaimana Tuhan memurnikan Anda saat keluar dari situasi tersebut. Tuhan sering kali bekerja di balik layar untuk mempe...
Mazmur 31 adalah doa yang tulus dari Raja Daud, seorang pria yang mengalami banyak pencobaan dan tantangan sepanjang hidupnya. Pasal ini adalah pengingat yang kuat bahwa di saat-saat tergelap dalam hidup kita, Tuhan tetap teguh dan setia kepada mereka yang mencari Dia.
Dalam Mazmur 31:21-22, Daud merasa terjebak. Dia teringat saat dia berada di sebuah kota yang dikepung, merasa jauh dari pandangan Tuhan, diliputi oleh perasaan putus asa dan keterasingan. Namun Daud tidak melupakan karakter dan kesetiaan Tuhan. Dia berseru kepada Tuhan memohon belas kasihan-Nya, dan sebagai tanggapan, Tuhan mendengar permohonannya dan mengulurkan tangan-Nya.
Pernahkah Anda merasa terjebak?
Pasal ini mengingatkan bahwa kasih dan rahmat Tuhan tidak pernah jauh. Ketika kita berseru kepada-Nya dengan sungguh-sungguh, Dia mendengar tangisan kita dan menanggapinya dengan belas kasih.
“Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!”
Mazmur 31:24 TB
Ayat ini adalah seruan dan undangan untuk melabuhkan jiwa kita pada harapan yang berasal dari hubungan kita dengan Tuhan. Namun ada dua hal yang harus kita ingat tentang pengharapan kepada Tuhan.
Pertama, pengharapan bukan hanya sekadar optimisme. Pengharapan adalah kepercayaan yang mendalam terhadap karakter dan janji-janji-Nya. Pengharapan adalah mengetahui bahwa Tuhan adalah penolong kita yang selalu hadir di saat-saat sulit (Mazmur 46:1) dan bahwa kasih-Nya bagi kita tetap teguh dan tidak berubah (Mazmur 136:26). Ketika kita berharap kepada Tuhan, kita memanfaatkan sumber kekuatan yang melampaui keadaan kita.
Kedua, pengharapan kepada Tuhan tidak bersifat pasif, melainkan aktif. Pengharapan ini memampukan kita untuk menghadapi tantangan secara langsung, karena kita tahu bahwa kita tidak sendirian dalam pergumulan kita. Pengharapan kita bersandar pada Dia yang mendengar tangisan kita dan menanggapinya dengan kasih dan belas kasihan.
Pada saat kesusahan, ketika kita merasa seolah-olah kita jauh dari pandangan Tuhan, ingatlah keajaiban kasih-Nya yang dinyatakan dalam kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus. Di dalam Dia, Anda akan menemukan ekspresi tertinggi dari kasih Allah yang tak berkesudahan bagi kita.
DOA :
Tuhan, terlepas dari keadaan dan hatiku yang cemas, aku selalu dapat menemukan harapan di dalam-Mu. Yesus, Engkau tidak pernah meninggalkanku, kasih-Mu tak berkesudahan, dan tidak pernah menyerah atas diriku. Perbarui harapan dan kekuatanku. Kuatkanlah hatiku, agar aku bisa menguatkan orang-orang di sekitarku. Dalam nama Yesus, Amin.
Comments
Post a Comment