Mari kita mulai dengan membantah sebuah mitos: Tidak ada tertulis dalam Alkitab di mana Tuhan menjanjikan kita kehidupan yang sempurna, bebas dari masalah. Sebaliknya, berkali-kali, para pengikut Kristus mendapati diri mereka dianiaya, diserang, atau menghadapi berbagai macam masalah. Dalam surat Yakobus kepada para jemaat abad pertama, Yakobus memberi tahu mereka tentang berbagai pencobaan yang akan mereka alami dalam kehidupan: "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia." Yakobus 1:12 PBTB2 Jika kita melihat pencobaan itu dimaksudkan agar kita semakin serupa dengan Yesus, justru kita akan terberkati olehnya. Mungkin Anda dapat mengenang saat musim hidup yang sulit. Melihat mereka, Anda akan mampu menunjukkan bagaimana Tuhan memurnikan Anda saat keluar dari situasi tersebut. Tuhan sering kali bekerja di balik layar untuk mempe...
Setiap orang berpikir mengenai kebebasan secara berbeda. Kebanyakan orang akan mengatakan bahwa kebebasan adalah suatu kebajikan yang harus dicari, tapi ide itu berubah tergantung pada arti kebebasan.
Banyak orang mengira kebebasan adalah tidak adanya pengekangan. Kita benar-benar bebas ketika terlepas dari hal-hal yang menahan kita. Yang lain mengartikan kebebasan dengan kehendak manusiawi kita—jika kita bisa memilih apa yang kita inginkan, maka kita bebas.
Ide-ide ini sedikit berbeda dari apa yang kita temukan dalam Alkitab. Menurut Firman Tuhan, kebebasan ditemukan di mana pun Tuhan berada. Kebebasan ditemukan ketika kita hidup sesuai dengan rancangan awal Tuhan atas hidup kita.
Saat kita memulai hidup baru bersama Yesus, Dia memberi kita hati dan cara hidup yang baru. Dia juga mengutus Roh Allah untuk tinggal di dalam kita. Paulus berkata dalam 2 Korintus 3:17 bahwa di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kebebasan sejati. Itu berarti kita semua yang percaya kepada Yesus memiliki akses ke kebebasan ini.
Kebebasan tidak datang dari melakukan apa pun yang kita inginkan, tetapi dari hidup menurut Roh Allah yang tinggal di dalam kita.
Paulus melanjutkan dengan mengatakan bahwa kita yang menjadi milik Tuhan harus hidup dalam hadirat Allah. Hanya ketika kita diam bersama Tuhan setiap hari, kita akan diubahkan oleh-Nya. Melalui Firman Tuhan dan berbicara dengan-Nya, kita memiliki akses menuju transformasi hidup dan kebebasan sejati.
Dapatkah Anda mengenali satu atau dua hal yang menghalangi Anda untuk hidup dengan cara ini? Mungkin itu adalah konflik yang belum terselesaikan atau dosa yang berulang. Apa pun itu, luangkan waktu bersama Tuhan hari ini untuk meminta pengampunan dan mencari tahu langkah selanjutnya. Luangkan waktu di hadirat-Nya melalui doa dan membaca Alkitab. Hidup Anda akan diubahkan jika Anda terus meluangkan waktu dengan satu-satunya Pribadi yang mampu mengubah Anda.
Comments
Post a Comment