Mari kita mulai dengan membantah sebuah mitos: Tidak ada tertulis dalam Alkitab di mana Tuhan menjanjikan kita kehidupan yang sempurna, bebas dari masalah. Sebaliknya, berkali-kali, para pengikut Kristus mendapati diri mereka dianiaya, diserang, atau menghadapi berbagai macam masalah. Dalam surat Yakobus kepada para jemaat abad pertama, Yakobus memberi tahu mereka tentang berbagai pencobaan yang akan mereka alami dalam kehidupan: "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia." Yakobus 1:12 PBTB2 Jika kita melihat pencobaan itu dimaksudkan agar kita semakin serupa dengan Yesus, justru kita akan terberkati olehnya. Mungkin Anda dapat mengenang saat musim hidup yang sulit. Melihat mereka, Anda akan mampu menunjukkan bagaimana Tuhan memurnikan Anda saat keluar dari situasi tersebut. Tuhan sering kali bekerja di balik layar untuk mempe...
Pada bagian akhir Mazmur 23, pemazmur melukiskan gambaran yang dinamis dan ironis: hidangan mewah disajikan tepat di hadapan lawannya.
Bayangkan Tuhan menyediakan hidangan bagi kita di tengah kesulitan dan ketakutan. Tuhan memberkati berlimpah di tengah kesusahan. "Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak", tambah pemazmur, "pialaku penuh melimpah."
Pengurapan dengan minyak menunjukkan kemurahan dan kuasa Ilahi. Seperti seorang prajurit yang menerima pemberkatan sebelum maju berperang. Setiap tantangan dan keraguan diatasi oleh hadirat Tuhan. Piala pemazmur tidak hanya penuh, tetapi melimpah keluar! Dalam Tuhan, kita mendapatkan berkat sukacita yang melimpah hingga mengalir dalam kehidupan orang lain juga.
Pemazmur menutup dengan keyakinan penuh:
"Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku seumur hidupku, dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa."
Mazmur 23:6
Kemurahan Tuhan dan kasih setia-Nya adalah pendamping kita yang setia, mengikuti ke mana pun kita pergi. Kemurahan Tuhan dan kasih setia-Nya mengelilingi kita dan memimpin kepada Gembala kita, selama-lamanya. Di sana, kita akan diam "di dalam rumah Tuhan". Sekarang dan selamanya, kita selalu diterima dalam hadirat-Nya.
Comments
Post a Comment