Skip to main content

Melalui Pencobaan

Mari kita mulai dengan membantah sebuah mitos: Tidak ada tertulis dalam Alkitab di mana Tuhan menjanjikan kita kehidupan yang sempurna, bebas dari masalah. Sebaliknya, berkali-kali, para pengikut Kristus mendapati diri mereka dianiaya, diserang, atau menghadapi berbagai macam masalah. Dalam surat Yakobus kepada para jemaat abad pertama, Yakobus memberi tahu mereka tentang berbagai pencobaan yang akan mereka alami dalam kehidupan:  "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia." Yakobus 1:12 PBTB2 Jika kita melihat pencobaan itu dimaksudkan agar kita semakin serupa dengan Yesus, justru kita akan terberkati olehnya. Mungkin Anda dapat mengenang saat musim hidup yang sulit. Melihat mereka, Anda akan mampu menunjukkan bagaimana Tuhan memurnikan Anda saat keluar dari situasi tersebut. Tuhan sering kali bekerja di balik layar untuk mempe...

Allah Sumber Penghiburan


Di masa Israel kuno, gada dan tongkat gembala melindungi dan membimbing domba, dan bahkan mengingatkan domba bahwa gembala mereka ada di sana. Jadi, Raja Daud (yang adalah seorang gembala saat masih kecil) menggunakan perumpamaan dalam Mazmur 23:4 untuk menyampaikan kebenaran ini: Tuhan adalah pelindung dan penuntunnya. 

Raja Daud menghadapi ancaman kematian berkali-kali dan musuh bertekad membunuhnya. Dia juga jatuh dalam masalah dosa dan kesalahannya sendiri. Namun di tengah-tengah semua ini, dia berulang kali menujukan matanya pada kesetiaan dan jaminan dari Tuhan. 

Di mana dia menemukan jaminan ini? 

Raja Daud akan mempelajari Kitab Suci Ibrani, Taurat—lima kitab pertama dalam Alkitab kita. 

Bagi orang Ibrani, Taurat bukan hanya kisah tentang Tuhan, melainkan Firman Tuhan. Itu adalah otoritas, janji, dan panduan. Firman itulah yang menjadi dasar—bagi kehidupan Daud—dan mazmur-mazmurnya. Daud bisa menulis tentang karakter Tuhan karena: 

1. Dia mengenal Firman Tuhan. 
2. Dia mengalami kesetiaan dan kebaikan Tuhan berdasarkan firman tersebut. 

Kita, juga, memilikinya—dan banyak lagi. Kita memiliki Firman Allah yang diwahyukan oleh para nabi kuno di Perjanjian Lama, perkataan Yesus ketika berada di bumi, dan perkataan Yesus yang dinyatakan melalui para rasul dan penulis Perjanjian Baru. Dengan kata lain, kita pun memiliki apa yang dimiliki Daud: 

1. Kita memiliki Firman Allah. 
2. Kita dapat mengalami kesetiaan dan kebaikan Tuhan berdasarkan firman itu. 

Bacalah apa yang Yesus katakan kepada murid-murid-Nya: 

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia. 
John 16:33 PBTB2 

Seperti Daud, kita tidak perlu takut, karena Tuhan itu dekat—dan Dia-lah penghibur kita. Mengenal Firman Tuhan membantu kita percaya dengan yakin bahwa Tuhan-lah yang menjadi pelindung, penuntun, dan hadir dengan setia bagi mereka yang mengasihi Dia. Jadi hari ini, bertekadlah untuk mengenali firman Tuhan jauh lebih dalam.

Comments

Popular posts from this blog

Berkat dalam Keyakinan

Yeremia 17 diawali dengan teguran. Tuhan menegur bangsa Israel karena mereka menyembah berhala, percaya pada ilah-ilah lain, meninggalkan Dia dan ajaran-ajaran-Nya. Seperti orang tua yang anaknya membuat pilihan buruk, Tuhan menjelaskan bahwa pilihan tersebut telah dan akan menuntun kepada hukuman. Namun, daripada fokus pada apa yang telah hilang dan yang akan hilang karena pilihan buruk Israel, Yeremia mengambil kesempatan untuk memberikan pengingat yang menyegarkan jiwa: "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!" Yeremia 17:7 TB Dia menyebut mereka yang percaya kepada-Nya "diberkati", meskipun kekacauan, dosa, dan penyembahan berhala merajalela di sekeliling mereka. Tuhan berfirman bahwa orang yang percaya kepada-Nya "akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak khawatir dalam...

Mengapa Kasih Itu Penting

Mengerjakan sesuatu sesuai dengan kemampuan kita itu memberikan kepuasan, dan Tuhan menciptakan setiap kita dengan talenta agar kita mampu menjadi seperti yang Dia inginkan. Beberapa dari kita pandai berkomunikasi. Dan yang lainnya mampu memberi hikmat yang bermanfaat. Namun kita semua memiliki talenta yang dapat digunakan untuk kemuliaan nama-Nya.  Dalam 1 Korintus 13, Paulus menekankan bahwa tanpa kasih, talenta yang diberikan Tuhan kepada kita tidak dapat digunakan secara maksimal. Paulus bahkan mengatakan bahwa kita bisa menjadi orang paling bertalenta di dunia, namun jika kita tidak memiliki kasih Tuhan di dalam hati kita, maka perkataan dan tindakan kita pada dasarnya tidak berguna.  Kasih dikategorikan sebagai karakteristik yang terbesar karena memiliki pengaruh positif pada semua hal – termasuk bagaimana kita menggunakan karunia kita sebagai respons atas kasih Tuhan. Saat kita mengetahui kasih Tuhan bagi kita, kita bisa beriman bahwa Dia adalah seperti yang...

Rindu Hadirat Tuhan

Luangkan waktu sejenak untuk memikirkan keinginan Anda dalam hidup. Buat daftar cita-cita dari semua hal yang ingin Anda capai. Pikirkan prioritas utama Anda dan di mana Anda harus menghabiskan waktu menurut Anda. Sekarang, kembali ke daftar tersebut dan pertimbangkan berapa banyak dari keinginan Anda itu yang di dalamnya termasuk meluangkan waktu bersama Tuhan. Apakah ada pencapaian-pencapaianmu yang membutuhkan hadirat Tuhan? Penulis Mazmur 42 membandingkan dirinya dengan seekor rusa yang merindukan air. Rusa itu lelah dan haus tanpa air, jadi yang diinginkannya hanyalah menemukan aliran air untuk minum. Dengan cara yang sama, Pemazmur lelah dan letih dari kehidupan. Dia berada di bawah tekanan dan semakin lemah. Namun, kerinduan terdalamnya adalah Tuhan.  Sama seperti rusa merindukan air, jiwa pemazmur merindukan kehadiran Tuhan. Dia tahu bahwa solusi untuk masalah-masalahnya bukanlah prestasi dan pujian—melainkan meluangkan waktu dalam hadirat Tuhan. Tidak salah mem...