Mari kita mulai dengan membantah sebuah mitos: Tidak ada tertulis dalam Alkitab di mana Tuhan menjanjikan kita kehidupan yang sempurna, bebas dari masalah. Sebaliknya, berkali-kali, para pengikut Kristus mendapati diri mereka dianiaya, diserang, atau menghadapi berbagai macam masalah. Dalam surat Yakobus kepada para jemaat abad pertama, Yakobus memberi tahu mereka tentang berbagai pencobaan yang akan mereka alami dalam kehidupan: "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia." Yakobus 1:12 PBTB2 Jika kita melihat pencobaan itu dimaksudkan agar kita semakin serupa dengan Yesus, justru kita akan terberkati olehnya. Mungkin Anda dapat mengenang saat musim hidup yang sulit. Melihat mereka, Anda akan mampu menunjukkan bagaimana Tuhan memurnikan Anda saat keluar dari situasi tersebut. Tuhan sering kali bekerja di balik layar untuk mempe...
Dengarkan Allah, Bukan Keraguan Anda
Pernahkah Anda memperhatikan bahwa saat Anda menetapkan suatu tujuan dalam hidup Anda lalu Anda mulai mendengar orang-orang berkata, "Kamu pikir siapa dirimu'? "Ini mustahil, lupakan saja?"
Saya menyebut mereka sebagai para Penghancur Impian.
Penghancur Impian bisa berupa kritik. Bisa berupa ejekan. Bisa berasal dari budaya di sekitar Anda. Bisa juga dari teman dan keluarga. Namun Penghancur Impian terbesar mungkin diri Anda sendiri, cara Anda berbicara kepada diri sendiri.
Penawar dari suara-suara keraguan adalah mendengarkan suara Allah. Coba bayangkan semua Penghancur Impian yang ada dalam kehidupan Nuh. Bagaimana Anda ingin menjadi tetangga Nuh? "Nuh itu, ia berpikir Allah berbicara kepadanya, namun ia justru mengacaukan nilai properti kita dengan membangun bahtera itu di halaman depannya.'
Alkitab berkata bahwa Nuh mendengarkan Allah. Dan apa yang ia dengar? Ia mendengar peringatan Allah bahwa dunia akan dihancurkan. Ia mendengar sesuatu yang ia belum pernah lihat. Itulah iman, merasa yakin akan sesuatu yang tidak kita lihat.
Jadi Nuh tidak berpaling dari visi yang Allah berikan kepadanya. Sebaliknya, ia membangun bahtera itu.
Comments
Post a Comment