Mari kita mulai dengan membantah sebuah mitos: Tidak ada tertulis dalam Alkitab di mana Tuhan menjanjikan kita kehidupan yang sempurna, bebas dari masalah. Sebaliknya, berkali-kali, para pengikut Kristus mendapati diri mereka dianiaya, diserang, atau menghadapi berbagai macam masalah. Dalam surat Yakobus kepada para jemaat abad pertama, Yakobus memberi tahu mereka tentang berbagai pencobaan yang akan mereka alami dalam kehidupan: "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia." Yakobus 1:12 PBTB2 Jika kita melihat pencobaan itu dimaksudkan agar kita semakin serupa dengan Yesus, justru kita akan terberkati olehnya. Mungkin Anda dapat mengenang saat musim hidup yang sulit. Melihat mereka, Anda akan mampu menunjukkan bagaimana Tuhan memurnikan Anda saat keluar dari situasi tersebut. Tuhan sering kali bekerja di balik layar untuk mempe...
YEREMIA 28
Hal yang paling menggembirakan bagi seseorang yang sedang menghadapi pergumulan hebat adalah mendengar jaminan akan terjadinya pemulihan. Inilah yang dirasakan oleh umat Israel ketika Nabi Hananya menyampaikan nubuatan tentang pemulihan. Betapa mereka bersukacita mendengar bahwa dalam dua tahun perkakas rumah Tuhan yang diangkut ke Babel dan Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, serta semua orang buangan akan pulang.
Nubuatan Hananya memberi harapan dan janji sejahtera. Tampaknya tidak ada alasan untuk meragukannya karena disampaikan di rumah Tuhan, di depan para imam dan seluruh rakyat. Hananya juga memberikan jaminan kebenaran nubuatannya dengan mengambil gandar yang terpasang di tengkuk Yeremia dan mematahkannya. Sayangnya, nubuatan yang diklaim berasal dari Allah itu ternyata nubuatan palsu. Hananya berdusta dengan mengucapkan perkataan yang tidak bersumber dari Allah. Hananya menipu umat dengan tujuan membatalkan nubuat yang disampaikan Nabi Yeremia. Tidak main-main, hukuman dari Allah atas penyesatan yang dilakukannya adalah Hananya mati dua bulan kemudian.
Kata-kata penghiburan yang manis didengar mungkin bagai oasis di padang gersang bagi sesama yang berada di tengah pergumulan. Namun sebaik apa pun kalimat penghiburan yang kita dengar atau kita ucapkan, adalah penyesatan jika tidak didasarkan pada terang kebenaran kehendak Tuhan. Lebih bijaksana jika kita mengujinya terlebih dahulu, memastikan bahwa semua itu bersumber dari kehendak Ilahi, bukan hanya ambisi pribadi.
UJILAH SEGALA SESUATU DAN PEGANGLAH YANG BAIK
Comments
Post a Comment